Selasa, 14 April 2015

Kelebihan dan Manfaat Experiential Learning



Kelebihan model experiential learning yakni hasilnya dapat dirasakan bahwa belajar melalui pengalaman lebih efektif dan dapat mencapai tujuan secara maksimal. Beberapa manfaat model experiential learning dalam membangun dan meningkatkan kerjasama kelompok antara lain adalah: 
1) mengembangkan dan meningkatkan rasa saling ketergantungan antar sesama anggota kelompok, 
2) meningkatkan keterlibatan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, 3) mengidentifikasi dan memanfaatkan bakat tersembunyi dan kepemimpinan, 
4) meningkatkan empati dan pemahaman antar sesama anggota kelompok.

Sedangkan manfaat model experiential learning secara individual antara lain: 
1) meningkatkan kesadaran akan rasa percaya diri, 
2) meningkatkan kemampuan berkomunikasi, perencanaan dan pemecahan masalah, 
3) menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi situasi yang buruk, 
4) menumbuhkan dan meningkatkan rasa percaya antar sesama anggota kelompok, 
5) menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerjasama dan kemampuan untuk berkompromi, 
6) menumbuhkan dan meningkatkan komitmen dan tanggung jawab, 
7) menumbuhkan dan meningkatkan kemauan untuk memberi dan menerima bantuan, 
8) mengembangkan ketangkasan, kemampuan fisik dan koordinasi.

Sumber:


Kolb D.A. (1984) 'Experiential Learning experience as a source of learning and development', New Jersey: Prentice Hall

Metode Experiential Learning


Dalam meningkatkan kepedulian sangat penting agar individu mampu bersikap secara efektif dan dapat diterima dengan baik di lingkungan sosialnya. Dalam teknik penerapan tersebut, hendaknya mengandung unsur-unsur yang terdiri dari unsur-unsur afektif (feeling), kognitif (thinking), dan konasi (doing). Unsur-unsur tersebut akan membentuk pemahaman yang integral dalam diri siswa. Metode yang digunakan dalam pelatihan kepedulian ini adalah eksperential learning.

Experiential Learning Theory (ELT) yang dikembangkan oleh David Kolb sekitar awal tahun 1980-an, yang menekankan pada sebuah model pembelajaran yang holistik dalam proses belajar. Dalam experiental learning pengalaman mempunyai peran sentral dalam proses belajar. Dalam teori experiential learning, belajar merupakan proses di mana pengetahuan diciptakan melalui transformasi pengalaman (experience). Pengetahuan merupakan hasil perpaduan antara memahami dan mentransformasi pengalaman (Kolb, 1984).
Experiential learning secara harfiah berarti belajar dari aktifitas mengalami dan merefleksikan apa yang telah dipelajari (Greef, 2005). Eksperiential bukan sekedar mendengarkan tetapi lebih pada mensimulasikan situasi kehidupan nyata, misalnya bermain peran, dan berpartisipasi dalam permainan. Dalam eksperiential learning melibatkan tubuh, pikiran, perasaan, dan tindakan. Oleh karena itu merupakan pengalaman belajar pribadi  yang utuh.
Ada dua bentuk model  pemahaman pengalaman, yaitu pengalaman nyata (concrete experience) dan konsep abstrak (abstract conceptualization). Selain itu ada pula dua bentuk model transformasi pengalaman, yaitu pengamatan reflektif (observation reflection) dan pengalaman aktif (active experience). Tahapan-tahapan model pembelajaran experince learning merupakan sebuah lingkaran sebagai berikut:




Gambar 2.1 Siklus empat langkah dalam Experiential Learning David  Kolb

Concrete experience (feeling) berarti belajar dari pengalaman-pengalaman yang spesifik, peka terhadap situasi. Concrete experience merupakan tahap belajar melalui intuisi dengan menekankan pengalaman personal, mengalami dan merasakan. Dalam tahap ini aktifitas yang mendukung misalnya diskusi kelompok kecil, simulasi, games, role play, teknik drama, video atau film, pemberian contoh, dan cerita (Kohonen, 2001).
Reflective observation (watching) yakni mengamati sebelum membuat suatu keputusan dengan mengamati lingkungan dari perspektif-perspektif yang berbeda. Memandang dari berbagai hal untuk memperoleh suatu makna. Pada tahap ini merupakan belajar melalui persepsi. Fokus pada memahami ide dan situasi dengan observasi secara hati-hati. Learner mengaitkan bagaimana sesuatu itu terjadi dengan melihat dari perspektif yang berbeda dan mengandalkan pada suatu pemikiran, perasaan dan judgement. Teknik instruksional yang dapat dilakukan antara lain melalui jurnal pribadi, essay reflektif, laporan observasi, diskusi dan thought questions.
Abstract conceptualization (thinking) yakni analisa logis dari gagasan-gagasan dan bertindak sesuai pemahaman pada suatu situasi sehingga memunculkan ide-ide atau konsep-konsep baru.  Abstract conceptualization merupakan belajar dengan pemikiran yang tepat dan teliti, menggunakan pendekatan sistematik untuk menstruktur dan menyusun kerangka fenomena. Teknik instruksional antara lain konstruksi teori, lecturing and building models and analogies.
Active experimentation (doing) berarti kemampuan untuk melaksanakan berbagai hal dengan orang-orang dan melakukan tindakan berdasarkan peristiwa termasuk pengambilan resiko. Active experimentation merupakan belajar melalui tindakan, menekankan pada aplikasi praktis dalam konteks kehidupan nyata. Teknik instruksional yang digunakan antara lain fieldwork, laboratory work, games, drama dan simulasi.

Dalam proses intervensi dengan metode experiental learning, pengajar/tutor berfungsi sebagai seorang fasilitator, artinya tutor hanya memberikan arah (guide) tidak memberikan informasi secara sepihak dan menjadi sumber pengetahuan tunggal. Setelah siswa melakukan suatu aktivitas, selanjutnya siswa akan mengabstraksikan sendiri pengalamannya. Seperti misalnya apa yang dirasakan oleh mereka dalam menyelenggarakan pertunjukkan, permasalahan yang dihadapi, bagaimana cara menyelesaikan masalah, apa yang dapat dipelajari untuk memperbaiki diri di masa depan. Jadi, pengajar lebih menggali pengalaman peserta itu sendiri. Untuk itu kemampuan yang diperlukan untuk menjadi fasilitator adalah mengobservasi perilaku siswa, menghidupkan suasana aktif partisipatif, bersikap netral dan percaya atas kemampuan siswa untuk memecahkan persoalannya sendiri. Dengan demikian pembelajaran dengan metode ini akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga peserta didik lebih memahami manfaat ilmu yang dipelajarinya.

Tempat-Tempat Outbound di Bandung

Bandung selain memiliki wisata kuliner dan pusat belanja, kota bandung juga memiliki tempat wisata outbound dan camping dan inilah 11 tempat wisata outbound di sekitar Bandung.


1. Lembang Jungle Discovery Bandung

Anda mencari tepat yang bagus untuk outbound di wilayah bandung tidaklah sulit karena Bandung selain dikenal banyak wisata kuliner dan wisata belanja Bandung pun menyediakan tempat wisata outbound. Coba saja anda pergi ke daerah Cikole Bandung disana terdapat tempat outbound yang bernama Jungle Discovery.Jungle Discovery menyediakan tempat outbound bagi anak-anak maupun orang dewasa. Selain itu Jungle Discovery memiliki fasilitas yang terbilang komplit, ada Jungle Discovery dengan konsep fun biasanya digunakan untuk aktifitas group/company, sekolahan dan perusahaan. Sedangkan konsep lainnya adalah semi militer dengan area di zona 235.



2. Bumikahyangan Outbound

Bumikahyangan Oudbound terletak 6km dari pintu tol Cileunyi Tempat ini memiliki kapasitas penginapan untuk sekitar 400 orang, ratusan game, dilengkapi cafe, Lapangan futsal, tempat karaoke, paintball dan offroad.



3. Camping land Grafika Cikole



Wisata grafika cikole adalah tempat wisata yang menyediakan tempat outbound,restauran dan penginapan.Suasana yang dikelilingi dengan pohon-pohon pinus,udara yang segar dengan suhu 20 derajat celsius. Bagi pengunjung yang sudah bermain outbound dan merasa lapar, grafika cikole menyediakan tempat restauran dengan aneka makanan dari makanan seafood, chines food dan tidak ketinggalan makanan khas sunda.



4. Wisata Kuda Paku Haji Bandung Barat


Tempat wisata yang cocok beserta keluarga untuk menghabiskan waktu liburan tidak salahnya anda mencoba datang ke Wisata Kuda Paku Haji di Bandung Barat. Karena di tempat ini anda dapat menaiki kuda ala seorang koboi dengan suasana alam pegunungan yang sejuk dan pepohonan yang rindang. Selain anda dapat menaiki kuda,tempat ini memiliki fasilitas seperti wahana bermain Flying Fox dan Tour menggunakan Motor ATV. Objek wisata ini juga selain menyediakan wahana bermain dilengkapi juga dengan miniatur kebun binatang.Sesudah anda dan keluarga bermain tidak salahnya anda untuk mencoba kuliner nasi liwet.



5. Kampung Gajah

Kampung gajah atau sering disebut juga kampung Gajah Wonderland ini berada di bagian utara bandung.Luas dari wilayah wisata kampung gajah ini antara lain 58 hektar.Wisatawan akan disajikan berbagai wahana  dan permainan yang menarik.kelebihan dari kampung gajah dengan tempat wisata hiburan lain adalah tempatnya yang dikelilingi oleh pepohonan yang rindang dan udara yang sejuk.



6. Sindang Reret

Berlokasi di bawah kaki gunung tangkuban perahu terdapat sebuah hotel & restaurant outbound sindang reret lembang. Berfasilitas yang lengkap anda dapat menikmati liburan bersama keluarga atau gathering perusahaan dengan suasana alam terbuka. Selain menyediakan hotel dan restaurant sindang reret juga memiliki tempat outbound.



7. Ciwangun Indah Camp

Ciwangun Indah Camp merupakan tempat outbound dan camping dimana berdiri sejak 5 September 2006.Letak dari Ciwangun Indah Camp sendiri berada di Jl.Kolonel Masturi Lembang.Hiking salah satu fasilitas games yg tersedia di ciwangun indah camp dan curug tilu salah satu objek wisata yang ada di ciwangun indah camp.Ciwangun Indah Camp sendiri memilki luas lebih dari 22 hektar dengan ketinggian 1100m.



8. Little Farmers

Little Farmers Adalah objek wisata dimana kita dapat belajar bertani dan berternak. Tempat ini sangat cocok bila anda ingin mengajarkan kepada anak-anak cara bertani dan berternak. Kita akan di ajarkan bagaimana cara mencangkul, cara menebar benih. Selain kita dapat memberikan pelajaran cara bertani dan berternak kepada anak-anak secara tidak langsung kita mengajarkan bagaimana cara memelihara dan menjaga lingkungan sekitar.



9. Rafting Outbound Lembang  Bandung

Kabar gembira bagi penggemar rafting outbound, coba anda pergi kedaerah Lembang Bandung.Disana anda akan menemukan yang anda cari, ya betul rafting outbound. Anda dapat bermain arum jeram dengan panjang lintasan sekitar 5Km. Anda selain dapat memanjakan hobi, anda pun dapat merasakan sensasi udara pegunungan yang sejuk dan ganasnya air menjadikaan salah satu tantangan bagi pemain arum jeram.



10. Katumiri Outdoor Activities


Wisata Outbond Katumiri Outdoor Activities Bandung. Anda suka dengan berbagai hal tentang kegiatan outdoor seperti ATV Touring, wall climbing, hiking, flying fox, moto cross, paint ball? ada tempat yang cocok dengan semua itu di seputaran kota Bandung.Berlokasi di kabupaten Bandung Barat, Wisata Outbond Katumiri Outdoor Activities Bandung tidaklah sulit dicapai dari pusat kota Bandung.Karena tempat ini terletak di Jl. Raya Cihanjuang Km. 5.56 Parongpong – Bandung Barat.Wisata Katumbiri sendiri sering disebut juga dengan curug penganten,konon katanya nama ini diberikan karena ada cerita yang mengatakan sepasang penganten bunuh diri dengan terjun dari air terjun ini. Makanya namanya berubah deh jadi curug penganten.

untuk informasi lebih lengkap silakan kunjungi

11. Cantigi Camp

Cantigi Camp, sebuah tempat di alam terbuka yang dapat dijadikan tempat untuk edukasi, rekreasi, atau adventure. Cantini Camp sendiri dilengkapi dengan keamanan, kenyamanan dan memiliki nilai tambah bagi Anda yang melakukan aktivitas di alam terbuka. Cantigi Camp sendiri berlokasi di daerah Bandung Timur lebih tepatnya di daerah Cileunyi. Di Cantigi camp disediakan beraneka game yang dikemas dengan bentuk yang berpola. Terdapat tiga jenis service yang diberikan di tempat ini seperti Outing and Adventure Program, Kids and Teenager Outing Program, dan satu lagi adalah Training Program.



Tips Menjadi Fasilitator Outbound


PERSYARATAN   MENJADI FASILITATOR  /  INSTRUKTUR OUTBOUND
1.        Memiliki ketrampilan  Komunikasi yang baik
2.       Memiliki rasa percaya diri
3.       Dapat mengekspresikan diri di hadapan orang lain
4.       Memiliki ketrampilan interpersonal yang baik
5.        Berwawasan luas
6.       Memiliki sikap yang tidak memaksakan kehendak
7.        Tanggap / peka terhadap kondisi peserta
8.       Mampu bersikap  netral, tidak memihak
9.       Mengetahui prinsip Dinamika kelompok  ( Forming, Storming, Norming,Performing )
10.     Mau menerima masukan dari orang lain
11.      Mampu memahami kekuatan dan kelemahan peserta
12.     Mampu memahami semua proses yang terjadi pada training outbound
13.     Mampu mengatasi konflik yang terjadi antar individu / kelompok
14.     Mampu bersikap tegas

HAMBATAN  YANG   TERJADI  PADA   FASILITATOR   OUTBOUND
1.        Tidak menjiwai
2.       Tidak menguasai materi
3.       Kurang menampilkan antusiasme
4.       Kurang memahami partisipasi peserta
5.        Kurang menguasai  situasi
6.       Kurang menguasai ketrampilam teknis sebagai Fasilitator / instruktur Outbound

PERSIAPAN BAGI FASILITATOR/ INSTRUKTUR OUTBOUND
1.        Mendalami Falsafah dasar hubungan antar manusia
2.       Persiapan untuk menghadapi pelaksanaan

FASILITATOR / INSTRUKTUR  OUTBOUND  WAJIB  MENGETAHUI  FALSAFAH   DASAR    HUBUNGAN    ANTAR    MANUSIA
1.        Perbedaan Individu
2.       Manusia di gerakan oleh motif – motif tertentu
3.       Manusia  adalah mahkluk ber martabat
4.       Kepentingan bersama
PENGERTIAN  DAN  TUGAS  FASILITATOR / INSTRUKTUR  OUTBOUND
Tugas utama fasilitator  adalah melancarkan proses pembelajaran (learning process) dengan cara membantu individu dalam kelompok untuk berpartisipasi secara aktif

PERAN   DAN  FUNGSI  FASILITATOR /  INSTRUKTUR  OUTBOUND
1.        Membantu jalannya kegiatan dalam kelompok
2.       Membantu menciptakan suasana yang kondusif bagi kelompok
3.       Membantu mengarahkan pembicaraan kearah topik atau tujuan yang telah ditetapkan
4.       Menjadi mediator antar individu  dengan individu / kelompok
5.        Menjadi penengah dan pengendali bila terjadi adu argumentasi atau pertikaian
6.       Membantu menyimpulkna hasil diskusi /kesepakatan yang telah tercapai
7.        Menciptakan  suasanayang membuat  individu yang aktif berpartisipasi
8.       Memberikan dorongan kepada peserta untuk aktif berpartisipasi
9.       Menjawab pertanyaan
10.     Mengatasi peserta  pelatihan yang bermaksud mengacaukan sessi pelatihan
11.      Memberikan topik dan materi baru

PERSIAPAN   MENGHADAPI   PELAKSANAAN   OUTBOUND   TRAINING
1.        Ketepatan waktu
2.       Management waktu (istirahat )
3.       Menanggulangi kesibukan  peserta
4.       Pemahaman kualifikasi  Fasilitator outbound
5.        Mempersiapkan jadwal
6.       Mempersiapkan bahan / materi
7.        Mempersiapkan cara /teknik evaluasi
8.       Memperhatikan penampilan
9.       Pengetahuan tempat

FAKTOR FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN  SELAMA  PELATIHAN  OUTBOUND
1.        Memperoleh perhatian peserta
2.       Berbicara dengan cara bersahabat  (nada ramah )
3.       Berbicara untuk di mengerti
4.       Memberikan perhatian yang sama
5.        Memperhatikan “tugas rumah”



Apa Itu Training?



TRAINING = PELATIHAN : Aktifitas yang dilakukan oleh organisasi yang didisain untuk mengembangkan ketrampilan pengetahuan dan perilaku/sikap yang pada akhirnya akan menuju ke arah prestasi kerja yang efektif

SASARAN TRAINING :
1.        KOGNITIF ; Pengetahuan
2.       PSIKOMOTOR  =  Skill
3.       Afektif  =  Sikap

METODE  MENGUBAH  SIKAP
1.        Metode  Diskusi  permissif
2.       Melepaskan ungkapan  permusuhan
3.       Metode bermain peran
4.       Menciptakan sikap positif dari pengalman yang menyenangkan

PRINSIP  DASAR   PROSES   PEMBELAJARAN
1.        Memberitahu tujuan pembelajaran
2.       Latihan ( Exercise )
3.       Pengarahan
4.       Umpan balik
5.        Transfer of Learning
6.       Pemilihan aktivitas yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
7.        Menciptakan kesan pertama yang positif
8.       Antusias dalam lingkungan yang kondusif

PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA
1.        Orang dewasa belajar melalui perbuatan sehingga selalu ingin dilibatkan
2.       Contoh dan permasalahan harus bersifat realistik dan relevan dengan peserta
3.       Orang dewasa akan menghubungkan apa=apa yang telah diketahuinya
4.       Lingkungan yang informal dan kondusif adalah tempat terbaik
5.        Diperlukan simulasi yang bervariatif
6.       Tidk menerapkan sistem penilaian  (kecuali diperlukan )
7.        Fasilitator berfungsi sebagai  “agent of change”


Manajemen Event, Sebuah Pengantar

didnt-even-change-the-font

 Ketika kita diminta untuk  mempertemukan beberapa teman lama direstoran sambil makan malam, tentu bukanlah perkara yang sulit. Yang dibutuhkan adalah mengatur waktu, hubungi teman yang akan diundang, sesuaikan jadwal. Berbeda dengan ketika kita diminta mengadakan reuni kampus untuk satu angkatan, tentu bukan menjadi perkara yang mudah, karena harus mempersiapkan jumlah undangan, lokasi, konsumsi, isi acara, dokumentasi, hingga masalah dana.
Kondisi pertama dan kedua sebenarnya memiliki persamaan, keduanya sama-sama membutuhkan perencanaan dan persiapan, serta koordinasi, namun hal yang membedakan adalah jumlah undangan. Seperti pada kasus kedua yang jumlah undangannya lebih banyak dan lebih melibatkan banyak orang dengan tanggung jawab yang juga lebih besar, sehingga di sinilah dibutuhkan event management.
Menurut Wikipedia (2013), event management adalah aplikasi dari manajemen proyek, guna membuat dan mengkreasikan sebuah acara, festival, maupun sebuah konferens. Di dalam event management memang selalu terkait dengan proyek, tentang bagaimana dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, harus bisa digelar sebuah acara untuk sebuah tujuan tertentu.
Sedikitnya ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam event management. Pertama adalah perencanaan yang matang, perencanaan di sini termasuk pembuatan konsep, pengaturan waktu, pembuatan desain acara, penentuan timeline acara, serta kegiatan lainnya yang berhubungan dengan perencanaan kegiatan. Dalam membuat event peluncuran produk bare misalnya, kita harus bisa membuat desain acara semenarik mungkin yang menonjolkan keunggulan produk baru, dan tentunya melibatkan banyak aspek, mulai perencanaan lokasi, media yang diundang, pengunjung acara yang akan dihadirkan, pengisi acara, hingga konsep acara.
Kedua adalah pembiayaan yang terukur, arus pengeluaran dan pemasukan kas, pembiayaan event juga hams dikontrol dengan jelas, sehingga tidak menjadikan penyelenggara event rugi karena tidak bisa mengelola arus kas.
Ketiga adalah tim yang andal, kita tidak akan bisa melakukan semua pekerjaan mulai dari perencanaan hingga eksekusi event sendirian.
Tentunya dibutuhkan tim dan manajemen pengelolaannya, setiap anggota tim sebaiknya memiliki tugas dan tanggung jawab yang diembannya. Keempat adalah time management. Bicara event manajemen akan selalu terkait dengan dateline, karena waktu seakan berjalan dengan cepatnya, dan jika tanpa disiplin atas time management yang telah disepakati, maka event bisa berantakan. Kelima, adalah eksekusi event yang berkesan. Pastikan pasca event, pengunjung atau peserta mempunyai kesan atas acara yang terselenggara, dan pastikan itu kesan positif.
Oleh: Dwianto Arif Wibowo, Manajer Promosi ENESIS Group.